Kamis, 02 Agustus 2012

Cara Membuat Website

cara membuat website
Mungkin masih banyak di antara kita yang belum tau dan bertanya-tanya bagaimana cara membuat sebuah website. Apakah untuk membuat sebuah website memerlukan keahlian khusus seperti mengerti tentang bahasa pemograman atau berbagai macam script lainnya? Jawabannya, tidak perlu.

Untuk membuat sebuah website, kita tidak diharuskan mengerti tentang script-script yang terus terang sampai saat ini, saya sendiri pun masih belum banyak tau. Yang terpenting kamu harus mengetahui cara-cara dan langkah-langkahnya. Itu saja.

Pada saat ini, untuk membuat sebuah website bisa dilakukan dalam sekejap saja karena umumnya pada berbagai layanan hosting telah menyediakan fitur penginstalan script website secara otomatis. Jadi tidak heran bila ada orang yang bisa membuat sebuah website hanya dalam lima menit.

Berbeda halnya bila kita membuat sebuah blog dengan menggunakan platform Blogspot atau Wordpress. Pada kedua jenis layanan blog ini, kita tinggal hanya membuat sebuah akun dari masing-masing blog. Misalnya, untuk membuat sebuah blog dari Blogspot, kita harus memiliki sebuah akun Google sedangkan untuk membuat blog dari Wordpress, kita tinggal melakukan pendaftaran pada Wordpress itu sendiri.

Hal apa saja yang perlu kamu siapkan untuk membuat sebuah website? Nah, di sini saya akan menjelaskan secara garis besar pada setiap langkah membangun sebuah website atau web blog.

Untuk bisa memiliki sebuah website atau web blog, kamu harus menyediakan sebuah akun domain dan menyewa sebuah server hosting. Untuk nama domain, kamu bisa mendapatkannya baik yang secara gratis maupun yang berbayar semisal .com, .net, .org dsbnya. Bila kamu ingin mempunyai sebuah website pribadi dan ingin menekuninya dengan serius, saya sarankan kamu menggunakan domain yang berbayar saja atau yang sering disebut dengan Top Level Domain (TLD).

Daftarkanlah domain kamu pada perusahaan pencatat domain. Untuk gampangnya dan tidak ribet, daftarkan domain kamu pada perusahaan pencatat domain yang berasal dari dalam negeri saja karena bila kamu mendaftarkan pada pencatat domain yang berada di luar negeri, mungkin kamu diharuskan mempunyai kartu kredit atau akun paypal sebagai sarana pembayaran. Boleh-boleh saja bila kamu ingin mencatatkan domain kamu pada pencatat domain yang berasal dari luar negeri bila tidak ada kendala dalam melakukan transaksi.



Domain. Usahakanlah agar memilih domain yang berekstension .com. Domain dengan ekstension .com lebih umum dipakai oleh para pemilik website. Sedangkan domain menurut penggunaannya, domain dengan ekstension .com dipergunakan untuk bisnis atau perdagangan, .net untuk sebuah jaringan internet, .org untuk sebuah organisasi dan seterusnya.

Dalam menentukan domain, pilihlah sebuah nama domain yang bisa mewakili sebuah keyword pada website kamu. Misalnya, kamu ingin membuat sebuah website untuk kepentingan bisnis mobil kamu. Pilihlah misalnya mobil.com, akan tetapi domain seperti ini untuk pada saat ini sudah pasti tidak akan tersedia. Mungkin kamu bisa memilih yang lain semisal mymobil.com dstnya, selama domain yang kamu pilih belum dipakai oleh orang lain, maka kamu bisa mendaftarkan domain tersebut.

Untuk berlangganan pemakaian domain tersebut biasanya dihitung pertahun. Kamu bisa mendaftarkan sebuah domain dengan jangka waktu pakai selama satu tahun, dua tahun, lima tahun atau mungkin saja ada yang sepuluh tahun.

Pada umumnya sebuah perusahaan pencatat domain juga menyediakan layanan hosting yang akan ditawarkan kepada kamu saat kamu melakukan pendaftaran domain. Harga untuk penyewaan server pun biasanya terdiri dari beberapa paket dengan harga berbeda-beda. Dan penyewaan server hosting pun biasanya dihitung pertahun. Akan tetapi sekarang bisa juga kita temukan penyewaan server hosting yang dihitung perbulan. Tergantung dari masing-masing pemilik layanan.

Namun bila kamu berkehendak hanya ingin mendaftarkan domain kamu pada perusahaan tersebut dan menggunakan layanan hosting yang berbeda perusahaan, itu pun bisa dilakukan. Di sini kamu hanya perlu mensetting dan mengarahkan DNS ( Domain Name Server ) dari domain kamu ke alamat IP layanan server hosting. Kamu bisa masuk pada Cpanel domain untuk mengubah DNS tersebut. Sedangkan pada layanan server hosting, masuklah pada Cpanel yang telah disediakan dan buatlah sebuah akun domain yang sama dengan domain yang kamu daftarkan.

Setelah semuanya telah selesai disetting, mungkin kamu harus menunggu selama 1x24 jam untuk proses pengaktifan baik akun domain maupun server hosting. Setelah itu mulailah kamu mencoba mengetikkan domain kamu di browser untuk memastikan apakah semua setingan telah benar dilakukan atau tidak. Jika berhasil, domain kamu akan bisa mengakses IP dari server host kamu.

Selanjutnya kamu bisa mencari penginstalan otomatis yang telah disediakan oleh perusahaan layanan hosting. Untuk membuat sebuah web blog yang katakanlah kamu inging menggunakan web blog berbasis wordpress, kamu tinggal menginstal script Wordpress tersebut ke direktori dari host. Setelah selesai diinstal, web blog kamu sudah benar-benar jadi. Gampang bukan?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Anda telah memberi komentar yang bermanfaat bagi para pembaca.